Browsing Month: May 2018

Hukum Infaq Masjid untuk Buka Puasa
  • 31, May 2018

Hukum Infaq Masjid untuk Buka Puasa

By gauri    No comments  

infak masjid untuk kegiatan selain masjid
Kotak infak, sumber gambar: BaliMuslim.com
Donasi Dakwah Islam Yufid

Infaq Masjid untuk Buka Puasa

Bolehkah kotak infak masjid digunakan untuk dana buka puasa di masjid?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ketika orang yang memasukkan infak ke kotak masjid tanpa keterangan apapun, dia memahami bahwa infak ini akan digunakan untuk kepentingan masjid. Kecuali jika di sana tertulis yang lain. Misal, tertulis: “Donasi untuk Muslim Rohingya” atau semacamnya.

Mengingat itu ditujukan untuk masjid, maka tidak boleh digunakan untuk selain kepentingan masjid. Ketika takmir menggunakannya untuk selain tujuan jamaah, berarti takmir telah menyalahi amanah.

Karena itulah, dana infaq masjid hanya boleh digunakan untuk kepentingan masjid, baik untuk biaya operasional atau yang mendukung aktivitas masjid.

Dalam fatwa islam dinyatakan,

الأموال التي تُجمع للقيام على المساجد بما تحتاجه هي أموالٌ وقفية لا يحل للقائم عليها أن يقترض منها لنفسه، ولا أن يُقرض منها أحداً ، فهو مؤتمن على هذا المال لإنفاقه في المصرف الذي حدده المتبرع

Harta yang diserahkan untuk mengurusi kebutuhan masjid adalah harta wakaf. Tidak boleh bagi pengelola untuk meminjam harta itu, baik untuk kepentingan pribadi, maupun diutangkan ke orang lain. Pengelola harta masjid mendapat amanah untuk menjaga harta ini, agar dialokasikan untuk kepentingan yang diinginkan orang yang infaq. (Fatwa Islam, no. 158131)

Juga pernah dilayangkan sebuah pertanyaan ditujukan kepada Lajnah Daimah,

هل يجوز أخذ الوقف ‏(‏إكمال المسجد مثلا‏)‏ وصرفه على المساكين، مع العلم أن هذا الوقف مخصص لبناء المسجد‏؟‏

Bolehkah mengambil uang wakaf masjid dan diberikan kepada fakir miskin. Sementara perlu diketahui bahwa uang wakaf ini khusus untuk pembangunan masjid.

Jawaban Lajnah Daimah:

الوقف إذا كان على معين- كالمسجد مثلا- لا يجوز صرفه إلى غيره إلا إذا انقطعت منافع المسجد الموقوف عليه، فصار لا يصلى فيه لعدم السكان حوله، فإنه ينقل إلى مسجد آخر بواسطة المرجع الرسمي المختص في ذلك‏.‏ وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Uang wakaf, jika ditujukan untuk program tertentu, misalnya masjid, tidak boleh digunakan untuk selain masjid. Kecuali jika masjid yang menerima infak ini sudah tidak berfungsi. Tidak ada yang shalat di sana, karena penghuni di sekitarnya tidak ada. Sehingga infak bisa dipindahkan ke masjid yang lain, melalui rekomendasi resmi yang menangani masalah terkait.

Segala taufiq hanya milik Allah. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Fatwa Lajnah no. 15920. Ditanda tangani oleh: Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Sementara itu, kegiatan berbuka puasa bukan termasuk aktivitas masjid, meskipun boleh dilakukan di masjid. Orang bisa membawa makanan ke masjid kemudian mengajak teman-temannya atau tetangganya berbuka di masjid. Namun ini bukan kegiatan masjid. Karena itu, tidak boleh diambilkan dari kas infak masjid.

Solusi & Saran

Jika takmir masjid berkeinginan menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama, tidak ada salahnya ketika takmir membuka kesempatan donasi dari jamaah. Hanya saja takmir harus memasang pengumuman di kotak infak yang disediakan.

Misalnya, di salah satu kotak infak tertulis pengumuman:

“Infak untuk buka puasa selama ramadhan”

Sehingga ketika donatur memberikan uangnya, dia telah memahami bahwa dana itu akan diperuntukkan kegiatan sebagaimana yang tertulis.

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Source link

Hadis Suara Keras di Pertengahan Ramadhan
  • 30, May 2018

Hadis Suara Keras di Pertengahan Ramadhan

By gauri    No comments  

Hadis Suara Keras di Pertengahan Ramadhan
Ilustrasi dark wallpaper
Donasi Dakwah Islam Yufid

Hadis Suara Keras di Pertengahan Ramadhan

Apakah benar ada hadis yang menyatakan

Apabila telah terdengar suara dahsyat di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal. Semua suku akan saling berselisih di bukan Dzulqa’dah. Dan akan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzulhijjah dan bulan Muharram. Dan manusia akan banyak yang terbunuh.

Nabi menyebutkan hal tersebut sebanyak 3 kali.

Para sahabatpun bertanya, ‘Suara keras apakah itu, wahai Rasulullah?’

Beliau menjawab, “Suara keras yang terjadi di pertengahan Ramadhan, pada malam jumat. Suara dahsyat itu mengagetkan orang-orang yang sedang tertidur, menjadikan orang berdiri terjatuh, para wanita terhempas keluar dari kamarnya, pada malam jumat di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi. Jika kalian telah melaksanakan shalat subuh di hari jumat pada pertengahan Ramadhan tersebut, masuklah kalian ke dalam rumah-rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, tutuplah lubang-lubangnya, lindungi diri kalian dengan selimut, tutuplah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara yang dahsyat maka sujudlah kepada Allah dan ucapkanlah,

Subhanal quddus… subhanal quddus… Rabbanal quddus.”

Barangsiapa yang melakukannya niscaya akan selamat, dan yang tidak melakukannya akan binasa.

Hadis ini diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad dalam kitabnya al-Fitan.

Apakah benar hadis ini? Krn ada yg membuat video dan viral..

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sebelumnya kami ingatkan agar kita tidak mudah menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya. Apalagi yang meng-atasnamakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena menyebarkan kedustaan atas nama beliau, pelanggaran yang besar dalam islam.

Penjelasan selengkapnya bisa anda pelajari di:

Darurat Hadis Palsu di MedSos

Suara Keras di Pertengahan Ramadhan

Video ini sempat viral dan banyak disebarkan di media sosial. Dan berita ini viral di Indonesia, dan dulu pernah disebarkan di Saudi, di zaman Syaikh Ibnu Baz (wafat th. 99). Berarti hampir 19 tahun yang lalu, hadis ini sudah tersebar di Saudi. Ketika hadis ini disebarkan, para ulama tidak tinggal diam. Diantaranya Syaikh Ibnu Baz – rahimahullah –, beliau membuat pernyataan yang meluruskan pemahaman ini di masyarakat.

Beliau menuliskan,

بلغني أن بعض الجهال يوزع نشرة مشتملة على حديث مكذوب على النبي صلى الله عليه وسلم يتضمن هذا الحديث المكذوب ما نصه :

عن ابن مسعود قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا كان صيحة في رمضان ، فإنه يكون معمعة في شوال ، وتميز القبائل في ذي القعدة ، وتسفك الدماء في ذي الحجة والمحرم ، وما المحرم ؟ يقولها ثلاث مرات ، هيهات هيهات ، يقتل الناس فيه هرجا هرجا ، قلنا : وما الصيحة يا رسول الله ؟ قال : هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة ، فتكون هدَّة توقظ النائم…

Telah sampai kepada saya bahwa ada beberapa orang bodoh (yang tidak bertanggung jawab) menyebarkan selebaran yang berisi hadis dusta atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadis ini berisi kedustaan yang redaksinya,

Dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila telah terdengar suara dahsyat di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal. Semua suku akan saling berselisih di bukan Dzulqa’dah. Dan akan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzulhijjah dan bulan Muharram. Beliau mensabdakan hal tersebut sebanyak 3 kali. Sungguh jauh.. Sungguh jauh.. banyak manusia terbunuh karena berbagai pembantaian..

Kami bertanya, ‘Suara keras apakah itu, wahai Rasulullah?’

Beliau menjawab, “Suara keras yang terjadi di pertengahan Ramadhan, pada malam jumat. Suara itu mengagetkan orang-orang yang sedang tertidur…” dst. hingga akhir hadis..

Kemudian beliau berkomentar,

فهذا الحديث لا أساس له من الصحة ، بل هو باطل وكذب ، وقد مر على المسلمين أعوام كثيرة صادفت فيها ليلة الجمعة ليلة النصف من رمضان فلم تقع فيها بحمد الله ما ذكره هذا الكذب من الصيحة وغيرها مما ذكر ، وبذلك يعلم كل من يطلع على هذه الكلمة أنه لا يجوز ترويج هذا الحديث الباطل؛ بل يجب تمزيق ذلك وإتلافه والتنبيه على بطلانه

Hadis ini sama sekali tidak sahih, namun hadis batil dan kedustaan. Sudah sering tahun-tahun yang lewat, malam jumat bertepatan dengan malam tengah Ramadhan. Dan walhamdulillah, tidak terjadi apapun seperti yang disebutkan dalam kabar dusta, yaitu adanya suara dahsyat atau yang lainnya. Karena itu, disimpulkan, bahwa setiap orang yang mengetahui pernyataan ini, tidak boleh baginya untuk menyebarkan hadis batil ini. Namun wajib untuk dihilangkan dan diingatkan akan kebatilannya.

Beliau melanjutkan,

ومعلوم أنه يجب على كل مسلم أن يتقي الله في جميع الأوقات ، وأن يحذر ما نهى الله عنه حتى يتم أجله، كما قال سبحانه لنبيه صلى الله عليه وسلم : ( وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ ) والمراد باليقين : الموت

Meskipun kita paham bahwa setiap muslim wajib untuk bertaqwa kepada Allah setiap saat. Dan menghindari semua yang dilarang Allah, sampai dia dijemput ajalnya. Sebagaimana yang Allah firmankan kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, (yang artinya), “Beribadahlah kepada Rabmu sampai datang kepadamu al-Yaqin.” Dan yang dimaksud al-Yaqin adalah kematian. (Majmu Fatawa Ibnu Baz, 26/339-340)

Hadis tentang suara dahsyat di pertengahan bulan Ramadhan, ada banyak redaksi. Dan para ulama menyatakan sebagai hadis maudhu’ (palsu).

Al-Uqaili pernah menyebutkan hadis ini namun dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Kemudian beliau nyatakan,

ليس لهذا الحديث أصل من حديث ثقة ، ولا من وجه يثبت

Hadis ini (tentang suara dahsyat di pertengahan Ramadhan) tidak pernah disebutkan dalam hadis dari perawi yang shahih, maupun yang sanadnya sahih. (ad-Dhu’afa’ al-Kabir, 3/52).

Keterangan lain disebutkan Ibnul Jauzi dalam kitabnya al-Maudhu’at. Beliau mencantumkan hadis ini dalam satu bab khusus, Bab Dzuhur al-Ayat fi as-Syuhur – Peristiwa-peristiwa yang Datang Setiap Bulan –

Lalu beliau menyebutkan hadis tentang suara dahsyat di pertengahan Ramadhan. Kemudian beliau memberi penilaian,

هذا حديث موضوع على رسول الله صلى الله عليه وسلم

Hadis ini palsu, dusta atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (al-Maudhu’at, 3/191)

Demikian pula keterangan Ibnul Qoyim. Beliau menyebutkan beberapa hadis palsu, dalam kitabnya al-Manar al-Munif, beliau menyatakan sub-Bab, termasuk hadis palsu adalah hadis tentang kejadian masa depan,

كَحَدِيثِ “يَكُونُ فِي رَمَضَانَ هَدَّةٌ تُوقِظُ النَّائِمَ وَتُقْعِدُ الْقَائِمَ وَتُخْرِجُ الْعَوَاتِقَ مِنْ خُدُورِهَا وَفِي شَوَّالٍ هَمْهَمَةٌ

Seperti hadis bahwa akan ada di bulan Ramadhan suara dahsyat yang akan membangunkan orang tidur, membuat duduk orang berdiri, membuat para gadis pingitan keluar rumah, dan di bulan Syawal ada gelegar suara… (al-Manar al-Munif, hlm. 110).

Demikian pula as-Suyuthi, dalam al-Lali’ al-Mashnu’ah (2/387-388) beliau menyebutkan hadis sejenis dengan berbagai redaksi, dan semuanya cacat. Sebagian ada yang redaksinya panjang dan ada yang redaksinya pendek. Yang paling panjang redaksinya, hadis dari Ibnu Mas’ud…

Membuat sensasi bagi sebagian orang memang menyenangkan.. tapi anda perlu waspada, jangan sampai melibatkan informasi agama tanpa bukti yang valid.. dan bagi kita agar tidak mudah menyebarkannya, agar kita tidak termasuk menyebarkan berita dusta..

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Source link

Cara Menentukan Hari Ke-7 untuk Aqiqah
  • 29, May 2018

Cara Menentukan Hari Ke-7 untuk Aqiqah

By gauri    No comments  

menghitung hari ketujuh aqiqah
Donasi Dakwah Islam Yufid

Cara Menghitung Hari Ketujuh Aqiqah

Jika bayi dilahirkan di malam hari, bagaimana menentukan hari ketujuh aqiqah?

Trim’s..

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dianjurkan agar aqiqah dilakukan di hari yang ketujuh. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Hewan aqiqah disembelih di hari ketujuh setelah kelahiran, si anak digundul dan diberi nama. (HR. Abu Daud 2455 dan dishahihkan al-Albani)

Bahkan menurut Ibnu Qudamah, ulama sepakat hewan aqiqah dianjurkan untuk disembelih di hari ketujuh setelah kelahiran. Ibnu Qudamah mengatakan,

قال أصحابنا : السنة أن تذبح يوم السابع… ولا نعلم خلافاً بين أهل العلم القائلين بمشروعيتها في استحباب ذبحها يوم السابع

Para ulama madzhab hambali mengatakan, yang sesuai sunah hewan aqiqah disembelih di hari ketujuh… kami tidak mengetahui adanya perbedaan ulama yang manyatakan disyariatkannya aqiqah, bahwa hewan aqiqah dianjurkan untuk disembelih di hari ketujuh.. (al-Mughni, 9/364)

Bagaimana cara tepat dalam menentukan hari ketujuh pasca kelahiran?

Ada perbedaan pendapat ulama mengenai cara menghitung hari ketujuh pasca-kelahiran. Perbedaan ini berangkat dari, apakah hari kelahiran dihitung ataukah tidak dihitung?

[1] Hari kelahiran tidak dihitung

Batasnya adalah melewati waktu subuh, tidak dihitung. Ini pendapat Malikiyah (at-Taj wal –Iklil, 4/390).

Jika bayi yang dilahirkan di hari jumat jam 5 pagi, maka perhitungan 7 hari dimulai sejak hari sabtu. Sehingga aqiqahnya disembelih di hari jumat berikutnya.

[2] Hari kelahiran dihitung

Ini merupakan pendapat jumhur ulama.

An-Nawawi menyebutkan,

وهَل يُحسَبُ يَومُ الوِلَادَةِ مِن السَّبْعَةِ ؟ فيه وجهان أصحهما يحسب فيذبح في السادس مما بعده “والثاني” لا يحسب فيذبح في السابع مما بعده , وهو المنصوص في البويطي ولكن المذهب الأول وهو ظاهر الأحاديث, فإن ولد في الليل حسب اليوم الذي يلي تلك الليلة بلا خلاف..

Apakah hari kelahiran masuk dalam hitungan? Ada dua pendapat ulama Syafiiyah dalam hal ini. Yang paling tepat, dihitung, sehingga disembelih di hari keenam setelah kelahiran. Pendapat kedua, hari kelahiran tidak dihitung, sehingga disembelih di hari ketujuh setelahnya. Dan ini yang dinyatakan dalam kitanya al-Buwaiti. Namun pendapat pertama lebih mendekati makna hadis.

Jika terlahir di malam hari, mereka sepakat hari setelah malam itu dihitung. (al-Majmu Syarh al-Muhadzab, 8/431).

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,

ذهب جمهور الفقهاء إلى أن يوم الولادة يحسب من السبعة, ولا تحسب الليلة إن ولد ليلاً, بل يحسب اليوم الذي يليها

Mayoritas ulama menyatakan bahwa hari kelahiran juga dihitung untuk menentukan tujuh hari pasca-lahiran. Sementara malamnya tidak dihitung, namun yang dihitung adalah siang harinya. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 30/279).

Berdasarkan kaidah jumhur, berarti hari aqiqah adalah hari kelahiran minus satu. [hari aqiqah = hari lahir – 1].

Jika lahir selasa, aqiqah dilakukan di hari senin. Jika lahir jumat, aqiqah di hari kamis, dst. Jika lahir malam sabtu, aqiqah di hari jumat. Karena malam sabtu, yang dihitung sabtunya.

Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan,

قوله: ” تذبح يوم سابعه ” ، أي: يسن أن تذبح في اليوم السابع ، فإذا ولد يوم السبت فتذبح يوم الجمعة يعني قبل يوم الولادة بيوم، هذه هي القاعدة

Maksud sabda beliau, ‘Disembelih di hari ketujuh’ artinya dianjurkan untuk di sembelih di hari ketujuh setelah lahiran. Jika dilahirkan di hari sabtu, maka disembelih di hari jumat, artinya sehari sebelum hari lahiran. Inilah kaidahnya. (as-Syarh al-Mumthi’, 7/493).

Dan pendapat yang lebih mendekati adalah pendapat jumhur ulama. Syaikh Muhammad al-Mukhtar as-Sinqithy memberikan kaidah,

والإضافة تقتضي تقييد الحكم بالمضاف إليه، والمعنى: أن هذا اليوم وهو السابع مضاف إلى يوم الولادة، وعلى هذا فيكون يوم الولادة هو السابع

Bentuk idhafah (menyandarkan) mengharuskan bagian yang disandarkan masuk ke dalam hukum. Maknanya, bahwa hari ini, yaitu hari ketujuh yang disandarkan pada hari kelahiran, maka hari kelahiran masuk bagian hitungan tujuh itu. (Syarh Zadul Mustaqni’).

Kaidah ini menjawab, jika ada orang mengatakan hari ketujuh kelahiran, berarti hari kelahiran masuk dalam hitungan tujuh hari itu.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Source link

Bolehkah Dana Zakat untuk Buka Puasa?
  • 28, May 2018

Bolehkah Dana Zakat untuk Buka Puasa?

By gauri    No comments  

zakat mal untuk buka puasa
ILUSTRASI, BUKA PUASA DI MASJIDIL HARAM, SUMBER: SINDONEWS
Donasi Dakwah Islam Yufid

Dana Zakat untuk Buka Puasa

Bolehkah menyalurkan zakat utk dana buka puasa? Terutama di daerah yg sangat membutuhkan, krn mereka miskin dan tidak ada kegiatan buka puasa di masjid…

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Diantara kaidah dalam fikih zakat,

الأصل أن تخرج الزكاة من جنس المال المزكَّى

Hukum asalnya, zakat dikeluarkan dalam bentuk sejenis dengan harta yang dizakati.

Sehingga pada asalnya, zakat uang dikeluarkan dalam bentuk uang. Zakat beras dikeluarkan dalam bentuk beras, zakat hasil pertanian dikeluarkan dalam bentuk hasil pertanian, dst.

Mengeluarkan zakat dengan bentuk yang berbeda dari harta yang dizakati diistilahkan para ulama dengan mengeluarkan zakat dalam bentuk al-qimah (ikhraj al-qimah).

Syaikhul Islam menyatakan,

وأما إخراج القيمة في الزكاة والكفارة ونحو ذلك ، فالمعروف من مذهب مالك والشافعي أنه لا يجوز ، وعند أبي حنيفة يجوز

Ikhraj al-qimah untuk zakat, kaffarah, maupun yang lainnya, yang makruf dalam madzhab Malik dan Syafii, hukumnya tidak boleh. Sementara menurut Abu Hanifah dibolehkan.

Beliau melanjutkan,

وأحمد رحمه الله قد منع القيمة في مواضع ، وجوزها في مواضع ، فمن أصحابه من أقر النص ، ومنهم من جعلها على روايتين . والأظهر في هذا : أن إخراج القيمة لغير حاجة ولا مصلحة راجحة ممنوع منه . . .

Sementara dalam Madzhab Ahmad – rahimahullah – di beberapa tempat beliau melarang ikhraj al-qimah dan beliau membolehkan di kesempatan yang lain. Sebagian ulama hambali ada yang menetapkan salah satunya dan ada yang menyatakan bahwa beliau memiliki 2 riwayat dalam hal ini. dan yang lebih mendekati dalam hal ini, membayar ikhraj al-qimah untuk zakat tanpa ada kebutuhan dan maslahat yang besar, hukumnya dilarang. (Majmu’ al-Fatawa, 25/82).

Si A berkewajiban menyerahkan zakat mal senilai Rp 2,5jt. Jika si A menyerahkannya dalam bentuk hidangan berbuka, maka si A menyerahkan zakatnya dalam bentuk selain uang. Dan dari keterangan di atas, hukumnya dilarang.

Karena itu, jika yang anda zakati adalah harrta dalam bentuk uang atau tabungan, keluarkan zakatnya dalam bentuk uang dan bukan dalam bentuk nasi atau makanan.

Kesimpulan ini juga difatwakan oleh lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah,

والمفتى به عندنا عدم جواز إخراج زكاة النقود طعامًا

Yang difatwakan di tempat kami adalah larangan mengeluarkan zakat mal dalam bentuk makanan. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 218029)

Mohon untuk dipahami, bahwa penjelasan di atas bukan berarti melarang anda untuk memberi berbuka puasa. Namun hindari penggunaan zakat mal untuk menyediakan berbuka puasa. Zakat mal diserahkan kepada fakir miskin atau orang yang terlilit utang atau siapapun yang berhak menerima zakat di tempat anda. Dan diserahkan dalam bentuk uang, bukan makanan.

Sementara donasi berbuka puasa bisa anda alokasikan dari dana yang lain, tanpa mengganggu zakat.

Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka…

Al-Aini menjelaskan tentang ayat ini,

أن المؤمنين يلزمهم القربة في أموالهم لله تعالى عند توجه الحاجة إليهم، ولهذا قال كثير من العلماء إن في المال حقًّا سوى الزكاة

Bahwa kaum mukminin diharuskan beramal dengan harta mereka untuk Allah, ketika itu dibutuhkan. Karena itulah banyak ulama mengatakan, bahwa ada kewajiban harta selain zakat. (Umdatul Qari, 8/237).

Jika di tempat itu semua penduduk miskin, dan mereka berharap bisa mendapat santunan buka puasa bareng, maka memberikan buka puasa ketika itu sangat ditekankan.

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Source link

Pahala Puasa, Tak Terbatas
  • 26, May 2018

Pahala Puasa, Tak Terbatas

By gauri    No comments  

Donasi Dakwah Islam Yufid

Pahala Puasa, Tak Terbatas

Bismillah, walhamdulillah, wasshollatu was salam ‘ala Rasulillah. Wa ba’du.

Kita saat ini sedang berada di musim pahala. Dimana dalam satu bulan ini, kita menjalankan ibadah yang tak main-main ganjarannya. Itulah ibadah puasa, yang pahalanya tanpa batas.

Seluruh amal shaleh Allah lipatkan menjadi sepuluh kali lipat.

Allah ta’ala berfirman,

مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

Siapa membawa amal baik, maka baginya sepuluh kali lipat pahala. (QS. Al-An’am : 160)

Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah menerangkan dalam kitab tafsir beliau,

هذا أقل ما يكون من التضعيف

Pelipatan sepuluh kali lipat ini, adalah pelipatan minimal setiap amal…

(lihat : Taisir Karimir Rahman, pada tafsiran ayat di atas).

Ada yang berutung mendapatkan kelipatan pahala lebih dari itu, yaitu sampai 700 kali lipat bahkan lebih,tergantung pada kualitas ibadahnya

Menariknya untuk puasa, kelipatan pahalanya tak terbatasi angka. Rasulullah shallallahu’alahiwa sallam mengabarkan,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

“Setiap amalan kebaikan manusia akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat ganjaran, hingga sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali puasa.  Pahala puasa adalah untuk-Ku. Dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia telah meninggalkan syahwat dan makannya karena-Ku.” (HR. Muslim)

Mengapa bisa demikian?

Dalam kitab Majalis Syahru Ramadhan, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

والصيام صبر على طاعة الله, وصبر عن محارم الله و صبر على أقدار الله المؤلمة من الجوع و العطش وضعف البدن والنفسوفقد اجتمعت فيه أنواع الصبر الثلاثة, وتحقق أن يكون الصائم من الصابرين, وقد قال الله تعالى : إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Ibadah puasa mengandung :

  • Kesabaran dalam taat kepada Allah,
  • Sabar untuk tidak menerjang larangan Allah,
  • Serta sabar atas takdir-takdir Allah, seperti rasa lapar, haus serta kondisi fisik dan jiwa yang lemah.

Pada puasa, terkumpul tiga macam kesabaran ini. Sehingga orang yang puasa dapat mencapai derajat orang-orang yang sabar. Sementara Allah berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang bersabar, yang mendapatkan pahala tanpa batas. (QS. Az-Zumar : 10).

Allah ta’ala memberikan gambaran global bagaimana pahala tanpa batas tersebut.

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan untuk mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (QS. As-Sajdah : 17)

Itulah ganjaran, yang nikmatnya belum pernah terbesit oleh benak kita, tak pernah terasa oleh indera perasa kita dan juga tak pernah terlihat oleh pandangan mata kita. Artinya, silahkan anda menghayal kenikmatan ternikmat yang anda inginkan, ganjaran Allah lebih dan lebih dari itu. Nikmat di atas nikmat, yang tak pernah terbayang nikmatnya.

Maka sangat merugi, saat seorang tak beralasan syar’i tidak puasa.

Semoga kita termasuk yang mendapat keberuntungan ini.

Wallahua’lam bis showab.

Ditulis oleh : Ustadz Ahmad Anshori, Lc (Pengasuh PP. Hamalatul Quran, DIY)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Source link

Siapakah Nabi Dzul Kifli?
  • 25, May 2018

Siapakah Nabi Dzul Kifli?

By gauri    No comments  

kisah nabi dzul kifli
Ilustrasi padang pasir
Donasi Dakwah Islam Yufid

Mengenal Nabi Dzul Kifli

Siapakah nabi Dzulkifli? Apakah ada ceritanya?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dzul Kifli termasuk sosok yang tidak banyak diceritakan dalam al-Quran maupun hadis. Namanya disebutkan dalam al-Quran, namun siapakah beliau, tidak kita jumpai keterangan detail tentangnya.

Nama Dzul Kifli Allah sebutkan 2 kali dalam al-Quran,

[1] Firman Allah di surat al-Anbiya: 85,

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ

Ismail, Idris, dan Dzul Kifli, semua adalah orang-orang yang sabar.

[2] Firman Allah di surat Shad: 48,

وَاذْكُرْ إِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ وَكُلٌّ مِنَ الْأَخْيَارِ

Ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Dzul Kifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.

Para ahli tafsir berbeda pendapat terkait status Dzul Kifli, apakah beliau seorang nabi ataukah orang soleh yang bukan nabi. Mayoritas mereka diam

Al-Hafidz Ibnu Katsir pernah menyebutkan perbedaan itu, ketika beliau menyinggung ayat di atas,

الظاهر من ذكره في القرآن العظيم بالثناء عليه مقرونا مع هؤلاء السادة الأنبياء أنه نبي عليه من ربه الصلاة والسلام وهذا هو المشهور. وقد زعم آخرون أنه لم يكن نبيا وإنما كان رجلا صالحا وحكما مقسطا عادلا * وتوقف ابن جرير في ذلك فالله أعلم

Yang lebih mendekati, penyebutan beliau dalam al-Quran dengan bentuk pujian yang disandingkan bersama para nabi, menunjukkan bahwa Dzul Kifli adalah nabi – ‘alahis shalatu was salam – dan inilah pendapat yang masyhur. Ada sebagian ulama lain yang menyatakan bahwa beliau bukan nabi, namun orang soleh dan hakim yang adil. Sementara Ibnu Jarir tidak mengambil pendapat apapun. Allahu a’lam (al-Bidayah wa an-Nihayah, 1/259).

Kita simak penjelasan ahli tafsir yang lain,

Abu Hayan al-Andalusi mengatakan,

قَالَ الْأَكْثَرُونَ: هُوَ نَبِيٌّ

Mayoritas ulama mengatakan, “Dzul Kifli adalah seorang nabi.” (al-Bahr al-Muhith,7/460)

Sementara diantara ulama yang berpendapat bahwa Dzul Kifli bukan nabi adalah Mujahid. Diriwayatkan dari Mujahid,

أنه لم يكن نبيا وإنما كان رجلا صالحا وكان قد تكفل لبني قومه أن يكفيه امرهم ويقتضي بينهم بالعدل فسمى ذا الكفل

Dia bukan seorang nabi, tapi orang soleh. Beliau mendapat tugas untuk menangani urusan kaumnya dan mengadili perkara mereka dengan adil. Karena itu, beliau dinamakan Dzul Kifli. (al-Bidayah wa an-Nihayah, 1/259).

Kisah tentang Dzul Kifli

Ada satu hadis yang bercerita tentang beliau. Namum hadis ini lemah, sehingga ditolak keabsahannya.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Dulu Kifli adalah orang yang tidak menghindari dosa. Suatu ketika datang seorang wanita, lalu Kifli memberinya 60 dinar, dengan syarat wanita ini mau berzina dengannya. Ketika hendak melakukan hubungan intim, tiba-tiba wanita ini bergetar dan menangis.

“Mengapa kamu menangis? Apakah aku memaksamu?” tanya Kifli.

“Tidak, namun perbuatan ini sama sekali tidak pernah aku lakukan. Aku terpaksa melakukannya hanya karena butuh.” Jawab si wanita..

“Kamu melakukan ini karena terpaksa? Silahkan pergi dan bawa semua uang itu.” Kata Kifli.

Lalu Kifli berjanji,

لَا وَاللَّهِ لَا أَعْصِي اللَّهَ بَعْدَهَا أَبَدًا

“Demi Allah, saya tidak akan bermaksiat lagi setelah kejadian ini.”

Ternyata beliau meninggal di malam harinya, dan di pagi harinya, tertulis di depan pintu, “Sesunggunya Allah telah mengampuni Kifli.” (HR. Ahmad 4747, at-Turmudzi 2496 dan didhaifkan al-Albani).

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan,

أَمَّا الْحَدِيثُ الَّذِي رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ … – فذكر هذا الحديث – فَهُوَ حَدِيثٌ غَرِيبٌ جِدًّا، وَفِي إِسْنَادِهِ نَظَرٌ. وَإِنْ كَانَ مَحْفُوظًا فَلَيْسَ هُوَ ذَا الْكِفْلِ . وَإِنَّمَا لَفْظُ الْحَدِيثِ ” الْكِفْلُ ” مِنْ غَيْرِ إِضَافَةٍ ؛ فَهُوَ رَجُلٌ آخَرُ غَيْرُ الْمَذْكُورِ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ. وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Adapun hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad – beliau sebutkan hadisnya – adalah hadis aneh sekali. Dalam sanadnya meragukan. Jika hadis ini bisa dipertanggung jawabkan, maka itu bukan Dzul Kifli. Karena yang tertera di hadis “Kifli” tanpa kata Dzul. Berarti dia orang lain, bukan seperti yang disebutkan dalam al-Quran. Allahu a’lam. (al-Bidayah wa an-Nihayah, 1/519).

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Source link

Bau Mulut Orang Puasa Lebih Wangi dari Minyak Kesturi?
  • 24, May 2018

Bau Mulut Orang Puasa Lebih Wangi dari Minyak Kesturi?

By gauri    No comments  

bau mulut orang berpuasa seperti kasturi
Donasi Dakwah Islam Yufid

Bau Mulut Orang Puasa Lebih Wangi dari Minyak Kesturi?

Bismillah wal hamdulillah, was shalaatu was salam ‘ala Rasulillah, amma ba’du.

Sebagai orang yang beriman, kita semua sepenuhnya meyakini segala kabar ghaib yang disampaikan Allah ‘azza wa jalla. Baik melalui kitab-Nya maupun melalui lisan Rasul-Nya –shallallahualaihi wa sallam-.

Bahkan karakter ini, Allah sebutkan sebagai sifat pertama orang yang bertakwa, pada awal-awal Al Quran, tepatnya pada ayat 1-3 surat Al-Baqarah.

الم ﴿١﴾ ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾

Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Orang muslim yang jujur imannya, ia sepenuhnya patuh dan pasrah, pada segala perintah dan kabar dalam wahyu Allah ‘azza wa jalla, tanpa mempertentangkan dengan akalnya.

Diantara kabar ghaib yang harus kita percayai adalah, keutamaan puasa yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahualaihi wa sallam dalam hadis shahih, bahwa bau mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada minyak kasturi.

Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda

لخلوف فم الصائم أطيب عند الله يوم القيامة من ريح المسك

“Sungguh Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat dari pada bau minyak wangi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Mengapa Bisa Demikian?

Jawabannya sederhana saja.

Yaitu, bau mulut tersebut muncul karena sebab ibadah. Segala kondisi yang tidak disukai oleh manusia, yang terpaksa muncul saat kita melakukan ibadah, itu justeru bernilai di sisi Allah. Kerendahan itu muncul disebabkan amalan yang mulia, yaitu patuh pada perintah Sang Pencipta. Sehingga menyebabkan datang kemuliaan lain, yang tak ternilai oleh harga-harga duniawi.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menerangkan,

أن خلوف فم الصائم عند الله أطيب من ريح المسك والخلوف تغير رائحة الفم عند خلو المعدة من الطعام وهي رائحة مستكرهة عند الناس لكنها عند الله أطيب من رائحة المسك لأنها ناشئة عن عبادة الله وطاعته وكل ما نشأ عن عبادة الله وطاعته فهو محبوب عنده

Bau mulutnya orang yang puasa, di sisi Allah lebih wangi dari wanginya minyak Kasturi. Bau mulut tersebut muncul karena lambung yang tidak terisi makanan. Bau yang tak disukai manusia, namun, di sisi Allah lebih wangi dari minyak kasturi. Karena bau tersebut muncul disebabkan ibadah dan taat kepada Allah. Setiap kondisi yang muncul karena sebab ibadah kepada Allah dan taat kepada-Nya, itu dicintai oleh Allah..

Beliau menlanjutkan,

ألا ترون الشهيد الذي قتل في سبيل الله يريد أن تكون كلمة الله هي العليا يأتي يوم القيامة وجرحه يثعب دما لونه لون الدم وريحه ريح المسك وفي الحج يباهي الله بنا الملائكة بأهل الموقف فيقول ” انظروا عبادي هؤلاء جاؤوني شعثا غبرا “راواه ابن حبان في صحيحه وإنما كان الشعث محبوبا عند الله في هذا الموطن لأنه ناشئ عن طاعة الله باجتناب محظورات الإحرام وترك الترفه

Coba anda memperhatikan, seorang yang gugur dalam peperangan di jalan Allah, dengan tujuan memuliakan agama Allah, kelak pada hari kiamat ia akan akan datang menghadap Allah dengan kondisi tubuh yang bercucur darah, warnanya warna darah, namun wanginya semerbak seperti minyak Kasturi.

Saat ibadah haji, Allah membangga-banggakan para jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah di hadapan para malaikat-Nya,

انظروا عبادي هؤلاء جاؤوني شعثا غبرا

Lihatlah… mereka hamba-hamba-Ku mendatangi panggilan-Ku dalam keadaan kusut berdebu. (HR. Ibnu Hibban dalam kitab shahih beliau).

Kusut yang dicintai Allah saat mereka berada di tempat tersebut, karena muncul dari ketaatan kepada Allah, dengan meninggalkan larangan-larangan ihram serta meninggalkan hal-hal yang mengenakkan.

(Majalis Syahru Ramadhan, hal 5).

Demikian..

Wallahua’lam bis showab.

Ditulis oleh : Ustadz Ahmad Anshori, Lc (Pengasuh Pondok PP. Hamalatul Quran)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Source link

Heboh Sandal Bertuliskan Arab
  • 23, May 2018

Heboh Sandal Bertuliskan Arab

By gauri    No comments  

Sandal - Yamin Syimal
Donasi Dakwah Islam Yufid

Sandal Bertuliskan Arab

Bagaimana hukum sandal bertuliskan arab – Yamin dan Syimal… yang sekarang  lagi viral di media sosial, apakah boleh dipakai..?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Bagian dari iman kepada al-Quran dan sunah adalah memuliakan keduanya. Karena itu, termasuk tindakan pelanggaran terhadap kemuliaan al-Quran, ketika seseorang meletakkan kertas bertuliskan ayat al-Quran di sembarang tempat, yang menyebabkan terinjak atau ditendang.

An-Nawawi mengatakan,

أجمع العلماء على وجوب صيانة المصحف واحترامه

Para ulama sepakat wajibnya menjaga mushaf dan memuliakannya. (al-Majmu’, 2/85).

Bahkan sebagian ulama menyebutkan, jika kita menemukan kertas yang tidak kita ketahui isinya, dan ada kemungkinan berisi ayat al-Quran atau hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun kita menelantarkannya, maka bisa jadi kita berdosa.

Muhammad al-Aqib bin Mayabi dalam kitab Nawazil al-Alawi menyatakan,

وتارك ورقة لا يعلم**** مكتوبها وسط الطريق يأثم

Orang yang membiarkan sehelai kertas yang tidak diketahui isinya di tengah jalan, maka dia berdosa…

Apalagi jika sudah tahu itu ayat al-Quran atau teks hadis, lalu dia menginjaknya. Bisa sampai pada tingkat kekufuran.

Hanya saja, aturan ini berlaku jika yang tertulis adalah kalam Allah (al-Quran) atau hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau tertulis nama Allah (Lafadz al-Jalalah). Namun jika yang tertulis adalah kalimat umum yang tidak mengandung 3 unsur kalimat di atas, maka tidak masuk dalam larangan.

Tidak semua tulisan arab adalah al-Quran atau hadis. Al-Quran dan hadis berbahasa arab, tapi tidak semua tulisan arab adalah al-Quran dan hadis. Bahasa arab sudah ada sebelum al-Quran diturunkan dan Hadis disabdakan.

Jika ada tulisan arab, isianya penjelasan bagaimana cara masak mie instan – seperti tulisan di bungkus Mie Instan di saudi – bolehkan bungkus ini dibuang di sampah?

Jawabannya:

Boleh, karena penjelasan cara masak bukan al-Quran atau hadis dan di sana tidak ada tertulis nama Allah.

Anda bisa jumpai bungkus makanan, minuman, atau apapun di negara-negara teluk, bertuliskan arab, berserakan di sampah atau di tanah.

Sehingga, sandal bertuliskan arab Yamin [يمين] yang artinya kanan, dan Syimal [شمال] yang artinya kiri, tidak masalah, sekalipun tulisan ini diinjak.

Memuliakan Tulisan Nama Allah

Jika anda menemukan kertas bertuliskan nama Allah tercecer, usahakan untuk diambil dan tempatkan di tempat yang mulia. Semoga Allah mengangkat derajat anda.

Dikisahkan, ada seseorang yang sedang mabuk, lalu dia menjumpai sebuah kertas di tanah bertuliskan nama Allah. Diapun mengambilnya,

“Ya Allah, nama-Mu tercecer di sini terhinakan.”

Lalu dia membeli minyak wangi, kemudian dia beri kertas itu wewangian, dan dia taruh di atas.

Hingga dia bermimpi, mendengar suara,

طيبتنا فطيبناك،ورفعتنا فرفعناك

“Kamu telah bersikap baik kepada-Ku maka Aku akan bersikap baik kepadamu. Kamu telah mengangkat nama-Ku, maka Akupun mengangkatmu.”

Kejadian ini menjadi sebab dia bertaubat, dan menjadi orang yang zuhud.

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Source link

Semua Sahabat Pernah Wakaf – #2019Yufid_Ganti_Kantor
  • 22, May 2018

Semua Sahabat Pernah Wakaf – #2019Yufid_Ganti_Kantor

By gauri    No comments  

Banner Donasi Kantor Yufid 2019
Donasi Dakwah Islam Yufid

Semua Sahabat Pernah Wakaf

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Berwakaf menjadi ciri khas kaum muslimin. Karena dorongan iman kepada hari akhir. Bahkan, Imam as-Syafii menyebutkan, bahwa tradisi wakaf belum ada di zaman jahiliyah. Tradisi ini dibangun kaum muslimin. Di zaman jahiliyah, semua yang diinfakkan untuk umum, sifatnya habis pakai.

Dalam Manarus Sabil dinukil keterangan beliau,

قال الشافعي رحمه الله: لم تحبس أهل الجاهلية، وإنما حبس أهل الإسلام

As-Syafii rahimahullah mengatakan, “Masyarakat jahiliyah tidak pernah melakukan wakaf. Yang melakukan wakaf hanya kaum muslimin.” (Manarus Sabil, 2/3).

Para sahabat, mereka pelopor dalam wakaf. Hingga semua sahabat yang memiliki kemampuan, mereka berwakaf. Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,

لَـمْ يَكُنْ أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِـيِّ صَلّى اللهُ عليهِ وسَلّم ذُو مَقدِرَة إِلّا وَقَفَ

Tidak ada seorangpun sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memiliki kemampuan, kecuali mereka wakaf. (Ahkam al-Auqaf, Abu Bakr al-Khasshaf, no. 15 dan disebutkan dalam Irwa’ al-Ghalil, 6/29).

Ini seperti kesepakatan dari mereka. Setiap yang mampu wakaf, dia akan wakaf.

#2019_Yufid_Ganti_Kantor

Kami membuka kesempatan wakaf untuk pendirian kantor permanen Yufid…

insyaaAllah dalam waktu dekat, yayasan yufid network akan membeli lahan berikut bangunan rumah untuk kantor baru. Luas tanah 615 m2 dan luas bangunan 500 m2. Di Jl. Kaliurang KM 8 – Jl. Damai, Gg. Sumberan 2 Sleman Yorgyakarta (2 km dari kantor sebelumnya). Dengan total nilai Rp 3,5 Milyard.

Kami menerima wakaf dari bapak ibu dengan nominal seberapapun.

Semoga menjadi amal jariyah bagi anda…

Donasi bisa dikirim melalui rekening,

  • BNI SYARIAH: 0381346658, a.n. YUFID NETWORK YAYASAN
  • BANK SYARIAH MANDIRI: 7086882242, a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
  • Bank Central Asia (BCA): 4564807232, a.n. Hendri Syahrial SE
  • atau melalui Paypal: [email protected]

Bagi para donatur wakaf dimohon untuk konfirmasi ke nomor: 0877-3839-4989

Dengan format,

Nama donatur/wakaf/nominal donasi/nama bank

Semoga Allah menerima amal jariyah kita semua…


Source link

Makna Khawarij Anjing Neraka?

By gauri    No comments  

Makna Khawarij Anjing Neraka?

Apa makna khawarij anjingnya neraka? Apakah mereka akan berubah jd anjing d neraka kelak?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Khawarij termasuk salah satu sekte menyimpang pertama yang muncul dalam islam.

Syaikhul Islam mengatakan,

أَوَّلُ بِدْعَةٍ حَدَثَتْ فِي الْإِسْلَامِ بِدْعَةُ الْخَوَارِجِ وَالشِّيعَةِ ، حَدَثَتَا فِي أَثْنَاءِ خِلَافَةِ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فَعَاقَبَ الطَّائِفَتَيْنِ

Bid’ah pertama yang terjadi pada islam adalah bid’ah Khawarij dan Syiah. Keduanya terjadi di masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Dan beliau menghukum keduanya. (Majmu’ Fatawa, 3/279).

Ulama berbeda pendapat mengenai status khawarij, apakah mereka muslim ataukah telah keluar dari islam..

Hampir semua ulama, termasuk para sahabat, mereka menilai khawarij masih muslim dan tidak keluar dari islam.

Bahkan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, khalifah pertama yang dimusuhi khawarij, tidak menganggap bahwa khawarij telah keluar dari islam.

Hanya saja, khawarij sekte menyimpang yang banyak diperingatkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satunya disebutkan dalam hadis dari Ibnu Abi Aufa Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْخَوَارِجُ كِلَابُ النَّارِ

Khawarij adalah anjing-anjingnya neraka. (HR. Ahmad 19415, Ibn Majah 173 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Apa makna khawarij anjingnya neraka?

Ada 2 kemungkinan makna yang disampaikan para ulama,

[1] Mereka akan dijadikan Allah dalam bentuk anjing ketika di neraka

[2] Mereka memiliki karakter sebagaimana anjing, yang dihinakan ketika di neraka.

Ali al-Qari menjelaskan,

أَيْ هُمْ كِلَابُ أَهْلِهَا، أَوْ عَلَى صُورَةِ كِلَابٍ فِيهَا

Artinya, mereka akan menjadi anjing penduduk neraka, atau mereka akan menjadi makhluk seperti anjing di neraka. (Mirqah al-Mafatih, 6/2323)

Kemudian, ada juga keterangan al-Munawi,

أي أنهم يتعاوون فيها عواء الكلاب ، أو أنهم أخس أهلها ، وأحقرهم ، كما أن الكلاب أخس الحيوانات وأحقرها

Maksudnya, mereka akan melolong seperti lolongan anjing, atau mereka menjadi penduduk neraka yang paling hina, sebagaimana anjing menjadi binatang yang paling rendah. (Faidhul qadir, 1/528).

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Source link

www.000webhost.com